Kamis, 19 April 2012

Bangkit Memandu Bangsa (Samuel Tumanggor)


Bangkit Memandu Bangsa


-Mendaratkan Kenasranian pada Hidup Berbangsa-
Oleh Samuel Tumanggor





bacaan, harga rp. 40.000, 188 halaman

 Anda penting bagi bangsa Anda—siapa pun Anda dan apa pun pekerjaan Anda. Anda dibutuhkan oleh bangsa Anda—kapan pun dan di mana pun Anda berada. ….Anda berhak dan wajib memandu ibu pertiwi dalam kebenaran dan dengan apa yang ada pada Anda, dalam bidan yang Anda kuasi dan menurut kapasitas Anda.

Simaklah kesan “siapa pun Anda” tentang pasal-pasal buku Bangkit Memandu Bangsa:

Alkitab sesungguhnya relevan dalam berbagai bidang hidup, karenanya perlu dihayati dan diamalkan dalam setiap profesi yang kita geluti untuk membangun bangsa, keluarga, dan gereja. Tidaklah berlebihan jika saya katakana bahwa pasal “Berani Memegang Kitab Suci” merupakan suara kenabian Allah bagi Gereja-Nya dan bagi bangsa tercinta ini.
H. Shahz Diman, Pendeta dan ketua wilayah GKII Kalimantan Tengah-Selatan, Banjar Baru

Tulisan yang mengaitkan seni denan kekristenan sangatlah langka. Saya begitu antusias dengan Sentuhan Seni”.,,,kaya dengan informasi dan pastilah sangat mengusik masyarakat, para pemimpin, dan pengerja gereja yang selama ini tidak memberikan perhatian terhadap seni. Seiring dengan harapan Samuel, saya yakin dengan keterlibatan dalam seni, masyarakat gereja secara keseluruhan sangatlah dibangun dan membangun bangsa Indonesia yang besar ini.
Ni Ketut Ayu Sri Wardani, Seniwati dan Ketua Asosiasi Seniman Bali Kristiani, Denpasar

Usai membaca “Menyumbang Pemimpin”, barulah saya mengerti mengapa pemimpin-pemimpin kita sekarang tidak mempunyai charisma dalam memimpin, meskipun mereka telah mekakukan seperti yang tertulis dalam buku-buku teori kempemimpinan. …mengoreksi kembali kevakuman Gereja yang akhir-akhir ini abai menyiapkan pemimpin-pemimpin yang dapat membawa pengaruh Yesus dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
William G. Lewaherilla, Guru Militer di Secapa TNI-AD, Bandung

Kebenaran yang menghujam, bahwa Gereja Tuhan di Indonesia seharusnya menghadirkan Kerajaan Allah di tengah-tengah masyarakat, tersampaikan dengan baik dan akurat di bab “Kebangungan Rohani”. Seusai membaca bab ini, timbul satu komitmen untuk menerapkannya, untuk memandu bangsa dengan semangat kebangungan rohani sesuai dengan kapasitas saya selaku gembala anak muda.
Jose Ferlianto Soebijantoro, Gembala Kaum Muda GKPB MDC Surabaya

Penulis
Samuel Tumanggor adalah seorang penerjemah dan penulis yang tinggal di Bandung, Jawa Barat, bersama isteri dan ketiga puterinya.

Tersedia di;
toko buku/kolportase Perkantas di seluruh Indonesia, toko buku Gramedia dan toko buku-toko buku Kristen yang ada di kota Anda
pemesanan online: www.lilinkecil.com

 

Senin, 09 April 2012

Mengasihi Lingkungan


Mengasihi Lingkungan


“ketika pohon terakhir telah dicabut;
ketika sungai terakhir telah kering;
ketika ikan terkahir telah mati;
barulah engkau sadar bahwa uang tidak bisa dimakan”

(ungkapan suku Indian Amerika)


 
Tak banyak buku yang membahas isu lingkungan dan kekristenan, padahal kekristenan seharusnya menjadikan isu lingkungan sebagai salah satu topik utama dalam pemikirannya, karena isu lingkungan sebagai salah satu topik utama dalam pemikirannya, karena kita percaya bahwa bumi ini ciptaan Bapa yang kita diberiNya mandate untuk mengelolanya. Seorang anak Tuhan  bergumul sungguh-sungguh untuk tema ini dan mempersembahkan bagi kita semua sebuah buku yang menginspirasi kita tentang bagaimana seharusnya seorang Kristen MENGASIHI LINGKUNGAN. 

Buku Ini, Bagi Mereka….

“Buku ini akan menginspirasi para entrepreneur dalam melakukan kebijakan dan tindakan untuk mencapai 3P Bottom Lines (Profit, People & Planet). Seorang entrepreneur sejati tidak hanya mencari untung (profit) tapi ikut serta membangun manusia (people) dan menyelamatkan lingkungan (planet).”
-Dr. (HC) Ir. Ciputra, Pendiri dan Presiden Komisaris Ciputra Group-

“Mengasihi Lingkungan menyadarkan kita bahwa krisis ekologi adalah kesempatan bagi umat Tuhan menjadi komunitas yang ambil bagian dalam penyelesaian krisis tersebut. Buku ini menarik dan inspriratif, merupakan perpaduan yang unik sekaligus menantang: apa yang ideal, ternyata juga operasional. Dengan membaca buku ini, kiranya semangat yang sama juga bekerja dalam diri pembaca supaya semakin banyak yang men jadi duta Allah: membawa kabar baik bagi lingkungan hidup.”
-Pdt. Darwin Darmawan, Pendeta GKI Bogor Baru-

“Buku ini sangat mengugah dan menarik, memotivasi saya untuk bertindak bukan hanya pasif dan pasrah, namun dituntut proaktif untuk berkontribusi menjadi orang Kristen yang bertanggung  jawab dan peduli pada perintah Allah. Harapan saya, buku ini dapat di baca banyak orang dari seluruh kalangan, baik tua maupun muda, para pemimpin dan rakyat biasa, juga mahasiswa dan orang-orang Kristen; mendorong pembaca berkomitmen serta bertindak nyata mengubah cara pandang dan gaya hidup sehari-hari.”
-Fiona Christina, Mahasiwa Institut Pertanian Bogor-

Sekilas Tentang Penulis

Haskarlianus pasang adalah Ketua Yayasan Wahana Pembangunan Berkelanjutan Indonesia dan duduk dalam tim Christian Conference of Asia (CCA) yang merumuskan dan mengembangkan respons gereja-gereja se Asia untuk menghadapi perubahan iklim.

Tersedia di kolportase/toko buku Perkantas se-Indonesia, 
toko buku Gramedia dan toko buku-toko buku Kristen di kota Anda
Pembelian online: www.lilinkecil.com